Perkuat Kompetensi Konselor Muda, Prodi BPI UINSU Gelar Workshop “Trauma Informed Counseling” (TIC)

Medan, 29 januari 2026 – Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan sukses menyelenggarakan workshop intensif bertajuk “Trauma Informed Counseling (TIC)”. Kegiatan yang berlangsung di Aula FDK ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang antusias mendalami teknik pendekatan konseling berbasis pemahaman trauma.

Workshop ini menghadirkan narasumber ahli yang memaparkan betapa pentingnya bagi seorang calon konselor untuk memiliki perspektif TIC. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa konseling informasi trauma bukan sekadar teknik, melainkan pergeseran paradigma dari bertanya “apa yang salah denganmu?” menjadi “apa yang telah terjadi padamu?”.

“Seorang konselor harus mampu menciptakan ruang aman (safe space) dan menghindari retraumatitasi terhadap klien. Mahasiswa BPI sebagai calon praktisi harus peka terhadap tanda-tanda trauma agar proses pemulihan klien dapat berjalan lebih efektif dan manusiawi,” ujar narasumber di sela-sela pemaparan materinya.

Acara yang dipandu oleh pimpinan prodi ini berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab mendalam mengenai studi kasus yang sering ditemui di lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis mengenai bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pendekatan trauma counseling.

Ketua Program Studi BPI UINSU menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pengayaan untuk memastikan lulusan BPI memiliki spesialisasi yang relevan dengan kebutuhan kesehatan mental masyarakat saat ini. “Kami ingin lulusan BPI tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman empati dan keterampilan teknis yang mumpuni dalam menangani berbagai dinamika psikologis, termasuk trauma,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi kelompok kecil dan foto bersama sebagai simbol komitmen prodi dalam mencetak konselor yang profesional dan berintegritas.