Mahasiswa BPI Stambuk 2024 Raih Runner Up I Putera Pemulihan Sumatera Utara 2026


Medan, 18 Mei 2026 – Dinamika prestasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi kembali menunjukkan tren positif yang signifikan. Prestasi membanggakan di bidang non-akademik kali ini berhasil ditorehkan oleh talenta muda dari Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan. Fakhrel Haikal, mahasiswa aktif Program Studi BPI Stambuk 2024, sukses mengukir pencapaian prestisius dengan meraih predikat sebagai Runner Up I Putera Pemulihan Sumatera Utara Tahun 2026. Penghargaan tertinggi ini diraih pada malam Grand Final ajang pemilihan yang berlangsung ketat dan kompetitif baru-baru ini di Medan.

Ajang pemilihan Putera Puteri Pemulihan Sumatera Utara merupakan sebuah ruang kompetisi positif sosiokultural yang berfokus pada artikulasi gagasan, pembentukan karakter, kepemimpinan transformatif, kepedulian sosial, serta edukasi kesehatan dan gerakan pemulihan lingkungan di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, keberhasilan Fakhrel menembus jajaran juara utama tidak terlepas dari manifestasi penguasaan kompetensi komunikasi interpersonal, stabilitas emosional yang matang, serta keluasan wawasan sosial yang komprehensif. Atribut-atribut tersebut berhasil diakumulasikan secara konsisten oleh Fakhrel selama melewati seluruh tahapan seleksi, masa karantina yang intensif, hingga proses penilaian ilmiah oleh dewan juri.

Secara akademis, pencapaian ini merefleksikan keberhasilan proses internalisasi keilmuan yang didapatkan di bangku kuliah. Ketua Program Studi BPI FDK UINSU mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian yang diraih oleh Fakhrel Haikal. Keberhasilan ini dinilai sebagai salah satu indikator dan bentuk konkret dari implementasi teoritis serta praktis materi perkuliahan sosiologi, psikologi komunikasi, bimbingan konseling, dan teknik public speaking yang menjadi basis kurikulum di Program Studi BPI. Kematangan dalam melakukan pendekatan persuasif, kepekaan empati, serta kecakapan memberikan penyuluhan aplikatif kepada masyarakat menjadi nilai tambah (value-added) utama yang membedakan Fakhrel di hadapan dewan juri.

Lebih lanjut, keberhasilan mahasiswa angkatan 2024 ini membuktikan bahwa luaran pembelajaran (learning outcomes) di kelas mampu ditransformasikan secara adaptif menjadi modal sosial di ruang publik. Penguasaan panggung, ketepatan artikulasi saat menjawab isu-isu sosial, dan kemampuan mengonstruksi pesan penyuluhan yang menyejukkan sekaligus solutif menjadi bukti nyata efektivitas proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) di FDK UINSU.

Pihak Dekanat FDK bersama Pengelola Program Studi BPI UINSU Medan berharap capaian prestisius ini tidak berhenti sebagai pencapaian personal, melainkan mampu menjadi katalisator inovasi dan menginspirasi mahasiswa lainnya. Civitas akademika diharapkan terus didorong untuk menyeimbangkan pencapaian akademik di dalam kelas dengan aktualisasi eksistensi dan kompetensi diri di luar kampus. Sinergi antara kecerdasan intelektual dan keterampilan praktis ini diharapkan mampu melahirkan lulusan-lulusan yang tangguh, adaptif, serta senantiasa berkontribusi nyata dalam mengharumkan nama almamater di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (Humas/BPI)