Medan – 11 Februari 2026, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan terus berkomitmen merealisasikan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Komitmen tersebut dibuktikan melalui agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa kelas BPI-B Stambuk 2024 di Desa Bukit Sari, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Berlangsung selama sebelas hari, terhitung sejak 30 Januari hingga 09 Februari 2026, agenda ini dirancang sebagai laboratorium empiris untuk mengontekstualisasikan teori bimbingan dan dakwah ke dalam kehidupan bermasyarakat.



Kegiatan lapangan ini diawali dengan forum koordinasi dan pembukaan resmi bersama jajaran aparatur desa, kepala dusun, serta tokoh masyarakat di balai pertemuan warga. Dalam pertemuan pembuka tersebut, mahasiswa memaparkan rancangan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan sosial, edukasi karakter anak, serta penguatan literasi keagamaan. Perangkat desa menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan berharap momentum ini dapat memberikan kontribusi nyata serta menghidupkan dinamika positif di lingkungan perdesaan.
Pada sektor pendidikan dasar, mahasiswa BPI terjun langsung mendampingi aktivitas pembelajaran siswa di bangku sekolah formal. Pendekatan bimbingan belajar dilakukan melalui metode interaktif yang menggabungkan penguatan materi literasi, tata bahasa, serta permainan edukatif untuk memantik partisipasi aktif siswa. Langkah ini ditujukan untuk membangun kepercayaan diri, melatih kecakapan komunikasi siswa, dan memotivasi mereka agar terus melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.



Pilar pembinaan keagamaan turut digalakkan mahasiswa melalui pengajian anak-anak di musala dan posko kegiatan. Fokus pembelajaran diarahkan pada pengenalan kaidah tajwid secara terstruktur, seperti hukum bacaan qalqalah, serta pembenahan makhraj huruf dan doa-doa harian. Melalui metode pengajaran yang ramah anak, mahasiswa berupaya menciptakan suasana belajar Al-Qur’an yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral Islami dalam kehidupan keseharian mereka.
Guna menjangkau aspek pemberdayaan masyarakat, mahasiswa memfasilitasi pelatihan keterampilan praktis bersama perhimpunan ibu-ibu rumah tangga setempat. Pelatihan tersebut berfokus pada pembuatan produk kebutuhan rumah tangga mandiri dengan memanfaatkan bahan dasar yang mudah diakses dan ramah lingkungan. Program ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta karena mampu memberikan wawasan baru terkait efisiensi pengeluaran keluarga sekaligus peluang rintisan usaha produktif di tingkat dasawisma.



Selain kegiatan terstruktur, pendekatan personal berbasis bimbingan sosial diterapkan mahasiswa melalui interaksi rutin bersama anak-anak dan pemuda desa. Aktivitas luar ruangan, pembiasaan perilaku sopan santun, serta pendampingan psikososial dihadirkan guna membentuk lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat. Keterlibatan aktif ini mempererat kedekatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga program pengabdian berjalan secara partisipatif dan penuh kehangatan.
Rangkaian PkM ini dipungkasi dengan penyerahan cinderamata serta dokumentasi foto bersama seluruh aparatur dan warga Desa Bukit Sari. Keberhasilan pelaksanaan program ini menegaskan bahwa keilmuan Bimbingan Penyuluhan Islam memiliki relevansi kuat dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat perdesaan, sekaligus mencetak sarjana yang adaptif, berintegritas, dan peka terhadap dinamika sosial.
