Tuntas Gelar PEMA di Desa Tj. Lengang Bahorok, Mahasiswa BPI UINSU Hadirkan Edukasi Anti-Bullying hingga Pengabdian Sosial

Medan, 10 Februari 2026 — Gemuruh dedaunan pohon kelapa sawit dan sejuknya angin khas Kecamatan Bahorok menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Kelas A Stambuk 2024, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan. Selama 11 hari penuh, terhitung mulai tanggal 30 Januari hingga 9 Februari 2026, sebanyak puluhan mahasiswa menanggalkan sejenak rutinitas ruang kuliah perkotaan demi melebur dan hidup menyatu bersama warga di Desa Tj. Lengang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Kegiatan Praktik Pengabdian Masyarakat (PEMA) ini bukan sekadar pemenuhan beban kurikulum akademik, melainkan sebuah ruang perjumpaan kemanusiaan di mana teori-teori bimbingan, konseling, dan penyuluhan Islam diuji secara nyata di tengah kompleksitas kehidupan bermasyarakat.

Salah satu pilar utama dalam agenda pengabdian mahasiswa BPI kali ini berfokus pada isu kesehatan mental dan psikoedukasi anak. Menyadari rentannya usia sekolah terhadap perilaku perundungan (bullying), mahasiswa merancang metode edukasi interaktif yang menyentuh ranah emosional para siswa di madrasah dan sekolah dasar setempat.

Tidak hanya memberikan ceramah searah, para mahasiswa menghadirkan papan media ekspresi bertajuk “Apa yang Kamu Rasakan Ketika Kamu Dibully?”. Di atas kertas gambar manusia sederhana, para siswa diajak menempelkan kertas sticky notes berwarna-warni pada bagian tubuh yang terasa sakit saat mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari temannya.

Melalui metode visual-partisipatif ini, anak-anak diajak menyelami rasa sakit korban perundungan, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk saling menjaga, merangkul, dan menghentikan segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik di lingkungan sekolah.

Di ranah pendidikan dasar, para mahasiswa turut mengambil peran sebagai pendamping belajar di kelas-kelas PAUD/TK hingga madrasah. Dengan kesabaran dan pendekatan khas konselor muda, mereka mendampingi anak-anak memahami pelajaran matematika dasar, membaca, serta mengasah keterampilan berpikir kognitif.

Suasana kelas yang tadinya kaku berubah menjadi hangat dan penuh gelak tawa. Pendekatan belajar berbasis permainan (game-based learning) yang diterapkan mahasiswa terbukti efektif membangkitkan kembali motivasi belajar anak-anak desa.

Tak berhenti di dalam kelas, semangat kebersamaan ini juga meluas ke halaman sekolah melalui kegiatan senam sehat bersama dan rangkaian perlombaan edukatif. Melalui lomba-lomba tersebut, mahasiswa berupaya melatih rasa percaya diri, keberanian tampil di depan umum, serta jiwa sportivitas anak-anak sejak dini.

Sesuai dengan hakikat pengabdian masyarakat, keberadaan mahasiswa BPI tidak hanya terbatas pada sektor formal. Di luar jam sekolah, mereka melebur tanpa sekat dalam kegiatan sehari-hari warga Desa Tj. Lengang.

Tampak pemandangan hangat saat para mahasiswa duduk bersila bersama ibu-ibu desa di atas tanah halaman, mengupas dan mengolah hasil bumi lokal secara gotong royong. Mereka juga terlibat aktif dalam persiapan kuali besar untuk acara syukuran dan kenduri warga, menciptakan ruang-ruang diskusi informal yang mempererat tali silaturahmi antara akademisi dan masyarakat desa.

Melalui interaksi sosial ini, mahasiswa belajar mendengar—sebuah keterampilan inti seorang konselor—tentang dinamika kehidupan, kearifan lokal, serta harapan-harapan warga desa yang jujur dan polos.

Perjalanan 11 hari tersebut akhirnya mencapai puncaknya pada 9 Februari 2026. Dalam balutan suasana haru, acara pelepasan dan penutupan PEMA digelar secara sederhana namun khidmat bersama jajaran Perangkat Desa Tj. Lengang dan tokoh masyarakat setempat.

Sebagai bentuk apresiasi atas penerimaan dan kerja sama yang hangat, perwakilan mahasiswa BPI UINSU menyerahkan sertifikat penghargaan dan cenderamata kepada pihak pemerintah desa. Senyum penuh kehangatan serta pelukan perpisahan dari warga dan anak-anak desa menjadi penanda bahwa kehadiran mahasiswa BPI Stambuk 2024 bukan sekadar ‘singgah’, melainkan telah meninggalkan jejak kebaikan dan kenangan mendalam di sanubari warga Desa Tj. Lengang.