Menebar Inspirasi di Pelosok Desa, Dua Mahasiswa BPI UINSU Medan Sukses Rampungkan Pengabdian di Sumut Mengajar Batch 19

Medan, 27 Februari 2026 – Dua mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan berhasil mengukir prestasi non-akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Suci Ramadani Siregar (mahasiswi Stambuk 2023) dan Fakhrel Haikal (mahasiswa Stambuk 2024) secara resmi telah menyelesaikan masa bakti sosial mereka sebagai relawan pengajar (volunteer) dalam gerakan “Sumut Mengajar” Batch 19. Program pengabdian ini berfokus pada pilar pendidikan, motivasi belajar, serta pengembangan literasi anak-anak di daerah pelosok Sumatera Utara.

Selama periode pengabdian yang berlangsung dinamis, kedua delegasi terbaik dari BPI UINSU ini ditempatkan di dua lokasi geografis yang berbeda untuk membawa misi perubahan. Suci Ramadani Siregar mendedikasikan waktu dan ilmunya di Desa Pasar X, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, terhitung sejak tanggal 26 Januari hingga 6 Februari 2026. Sementara itu, Fakhrel Haikal mengemban amanah serupa di Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 23 Februari 2026.

Di lokasi pengabdian masing-masing, kehadiran mahasiswa BPI ini memberikan warna baru bagi proses belajar-mengajar. Tidak hanya terpaku pada kurikulum sekolah formal di dalam kelas, mereka juga menginisiasi berbagai program edukasi kreatif dan interaktif guna membangkitkan semangat anak-anak desa. Berbagai kegiatan inovatif seperti kelas motivasi diri, pelatihan keterampilan motorik, hingga latihan menari tradisional diajarkan secara langsung demi merangsang kreativitas dan melestarikan budaya lokal sejak dini.

Puncak dari seluruh rangkaian pengabdian tersebut ditandai dengan diselenggarakannya program “Festival Anak Indonesia” di masing-masing desa penempatan. Melalui festival ini, anak-anak di Deli Serdang dan Langkat diberikan ruang serta panggung unjuk bakat untuk menampilkan apa yang telah mereka pelajari selama dibimbing oleh para relawan. Kemeriahan dan antusiasme warga desa setempat menjadi bukti nyata bahwa kehadiran para pengajar muda ini mampu memberikan dampak psikologis dan sosial yang sangat positif.

Setelah berminggu-minggu berproses di lapangan, seluruh dedikasi para relawan ini akhirnya resmi diapresiasi dalam agenda “Wisuda & Apresiasi Pengajar Muda Sumut Mengajar Batch 19” yang dilaksanakan di TK IT Ad-Dakwah Helvetia. Dalam acara penutupan tersebut, Suci Ramadani Siregar dan Fakhrel Haikal secara simbolis menerima piagam penghargaan atas dedikasi tanpa pamrih mereka. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas kontribusi nyata mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman demi memajukan pendidikan nasional.

Menanggapi pencapaian ini, pihak Program Studi BPI UINSU Medan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kedua mahasiswa tersebut. Keterlibatan aktif Suci dan Fakhrel dalam program Sumut Mengajar membuktikan bahwa mahasiswa BPI tidak hanya cakap secara teoretis di bangku perkuliahan, melainkan juga adaptif, solutif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Prodi berharap langkah inspiratif ini dapat menular dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam program-program kemanusiaan di masa mendatang.